Kurir Narkoba Jaringan Penjara Dibekuk di Bone

Kompas.com - 19/06/2012, 21:41 WIB

BONE, KOMPAS.com — Seorang kurir narkoba jenis sabu ditangkap di Bone, Sulawesi Selatan. Pelaku ditangkap saat bertransaksi dengan salah seorang anggota kepolisian yang menyamar sebagai pembeli.

Pelaku dibekuk Jalan Aman, Kelurahan Pompanau, Kecamatan Ajangngale, Bone. Dari tangan pelaku, polisi menemukan satu paket sabu senilai Rp 500.000 serta dua telepon seluler yang digunakan dalam bertransaksi.

"Tersangka berinisial KM (31) memang sudah lama kami incar. Jadi, intel menyamar jadi pembeli dan kami langsung tangkap," ujar Ajun Komisaris Bambang Nuryanto, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bone, Selasa (19/6/2012).

Bahkan, dari pengembangan kasus penengkapan kurir sabu tersebut, polisi berhasil mengetahui bandar narkoba yang merupakan seorang narapidana Kelas II B, Watampone, Bone. Dari narapidana berinisial HA itulah semua barang haram serta transaksi bersumber.

Pelaku juga mengaku barang haram tersebut tidak hanya dijual di Bone, tetapi juga di kabupaten lain, tergantung dari pesanan.

"Barangnya dari dia. Kalau ada yang mau pesan barang, dia yang suruh antar," ujar KM di hadapan penyidik.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan berencana menginterogasi HA.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau